PROGRES 9

PENGAPLIKASIAN KONSEP PADA GAMBAR 3D (FINAL)

Pengaplikasian konsep pada gambar 3d pada tahap akhir adalah proses rendering. Sebelumnya pada saat modeling 3d tadi, saya menggunakan sketchup 2013 tetapi pada proses rendering saya menggunakan Vray sebagai media rendering gambar 3d.

1. RUANG KELUARGA

1

Gambar 1.1 Perspektif Ruang Keluarga bagian televisi

bbb

Gambar 1.2 Perspektif Ruang Keluarga Bagian Sofa

2. DAPUR

dapur 1

Gambar 2.1 Perspektif dapur (a)

dapur 2

Gambar 2.2 Tampak Perspektif (b)

dapur 3 

Gambar 2.3 Tampak Perspekif (c)

Standard

PROGRES 8

PENGAPLIKASIAN KONSEP KE DALAM GAMBAR 3D

Pengaplikasian konsep ke dalam gambar 3d pada tahap kedua, saya masih menggunakan aplikasi sketchup untuk menyempurnakan modeling 3d dengan memasasukan material interior yang sesuai konsep dengan aplikasi sketcuhp 2013.

1. DAPUR

kitchen prdGambar 1.1 Denah Dapur

kitchen prd 1

Gambar 1.2 Tampak Perspektif (a)

kitchen prd 2

Gambar 1.3 Tampak Perspektik (b)

2. RUANG KELUARGA

teguh prd hfxg

Gambar 2.1 Denah Ruang Keluarga

teguh prd ljgujtf

Gambar 2.2 Tampak Perspektif (a)

teguh prdxhgfv

Gambar 2.3 Tampak Pesrpektif (b)

Standard

PROGRES 7

PENGAPLIKASIAN KONSEP KE DALAM GAMBAR 3D

Pengaplikasian konsep ke dalam gambar 3d pada tahap awal ini, saya menggunakan aplikasi sketcuhp 2013 sebagai media sarana modeling gambar 3d . Pada tahap awal, saya membuat modeling 3d tanpa pengaplikasian material (monochrome).

1. DAPUR

kitchen prdGambar 1.1 Denah Dapur

  kitchen prd b

Gambar 1.2 Tampak Perspektif (a)

kitchen prd c

Gambar 1.3 Tampak Perspektik (b)

2. RUANG KELUARGA

teguh prd hfxg

Gambar 2.1 Denah Ruang Keluarga

hgchg

Gambar 2.2 Tampak Perspektif (a)

jhvjh

Gambar 2.3 Tampak Pesrpektif (b)

Standard

SETTING PENCAHAYAAN

RUANG KELUARGA

Pada ruang keluarga ini menggunakan 2 pencahayaan, yaitu alami dan buatan. Pada pencahayaan alami di dapat pada pintu jika pintu itu di buka pada pagi – sore harinya. Sedangkan pencahayaan buatan di gunakan pada malam hari, dengan menggunakan cahaya lampu.

 Sketsa peletakan lampu dan arah masuknya cahaya matahari 

Sistem Pencahayaan Buatan pada ruangan ini terdapat 2 jenis yaitu:

  1. Lampu Neon Panjang: Di letakan di tengah-tengah agar menyebar keseluruh bagian ruang keluarga. Cahaya lampu berwarna putih  contoh lampu neon panjang
  2. Lampu Downlight LED: di letakan di bagian tembok sebelah kiri dan kanan guna mempercantik pencahyaan pada ruangan ini. Arah lampu ini menyorot pada tembok bagian utara, selatan, dan bagian tembok yang terdapat tv.   

Standard

SETTING FURNITURE

RUANG KELUARGA

  1. Jam dinding berbentuk lingkaran berdiameter 40cm
  2. TV LCD berwarna hitam ukuran 32 inch
  3. Rak tv custom yang di gantunt di tembok, terbuat dari kayu berwarna coklat muda berukuran p: 2m l: 40cm t: 25cm
  4. Meja sofa custom terbuat dari kayu jati berwarna coklat muda , terdapat vas bunga dan beberapa majalah. Ukurannya p: 100cm t: 40cm l: 60cm
  5. Sofa berbentuk L terbuat dari spoon yg di lapisi kain berwarna abu kecoklatan, berukuran 200x250cm dengan lebar 80cm dan tinggi 40cm
  6. Rak buku berbentuk segitiga, berukuran l: 50cm t: 120 dengan ketebalan 25cm
  7. Shelf kayu berfungsi sebagai rak buku, di tempel di tembok dengan warna coklat muda. Terdapat dua buah, ukurannya 25x110cm dan 25x200cm
  8. Beberapa bingkai foto, berfungsi sebagai penghias tembok ukurannya bervariatif

DAPUR

fdhgv

  1. Kulkas 2 pintu, berukuran L: 70cm x T: 160cm berwarna hitam mengkilat.
  2. Kompor tanam berisikan 3 buah pengapian, berukuran P: 85cm x L: 50cm berwarna hitam.
  3. Exhaust fan sebagai penyedot asap – asap dan bau saat memasak di dapur, berukuran P: 90cm x L: 50cm berwarna silver dop.
  4. Rak kabinet atas berfungsi sebagai tempat pnyimpanan alat – alat dapur, berukuran mengelilingi setengah tembok dapur, dan berwarna abu – abu.
  5. Zink single aluminium berwarna silver dop, berukuran P: 90cm x L: 55cm.
  6. Rak Kitchen set lengkap, berwarna abu – abu lengkap dengan granit berwarna putih, berisikan semua peralat – peralatan dapur lengkap, seperti: sendok, garpu, piring, dll. Berukuran sama dengan kabinet rak atas.

8

Standard

KONSEP EKSPLORASI DESIGN INTERIOR

INDUSTRIAL CONCEPT

1. Pengertian Konsep industrial

      Gaya desain interior industri (bahasa Inggris: Industrial design) adalah seni terapan di mana estetika dan usability(kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain interior industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warnaatau garis dan warna, atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan. Gaya industrial biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Material yang digunakan biasa juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan-bahan industri seperti kaca, besi dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik. 

      Gaya desain interior industrial memang memiliki penggemarnya sendiri. Bagi para penggemar yang ingin suasana huniannya tampil rough dan maskulin, pilihan gaya desain ini sangat mewakili pribadi Anda yang adventurous! Desain interiornya berkutat pada pemilihan material yang tampak apa adanya seperti dinding batu bata ekspos, lantai beton, material yang ada difinishing dengan menonjolkan bentuk dan tekstur alaminya. Tampilan akhirnya adalah suasana yang misterius dan sedikit keras tapi tetap cozy. 

 2. Ciri – Ciri Konsep Industrial

      Desain interior berkonsep industrial ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu beberapa material yang cenderung kasar seperti logam dan baja balok lantai sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya dan lebih menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat dan desain interior gaya industrial ini juga berkutat pada pemilihan material yang tampak apa adanya seperti dinding batu bata ekspos, lantai beton, material yang ada difinishing dengan menonjolkan bentuk dan tekstur alaminya. Berikut ini saya akan menjabarkan ciri-ciri konsep melalui elemen pembentuk ruang dan funiturenya:

  • Elemen Atas:  Pada konsep ini biasanya tidak menggunakan plafond sebagai elem atasnya, melainkan menggunakan atap ekspose. Contohnya seperti gambar berikut : 

Gambar 2.1

Sumber: http://edupaint.com/interior/ruang-tamu/7197-mendesain-ruang-tamu-dengan-gaya-industrial.htm

  •  Elemen Samping: Pada elemen samping interior, material yang di gunakan tampak apa adanya seperti batu bata ekspose, tembok acian, dll. Contohnya seperti gambar berikut: 

Gambar 2.2 

Sumber: http://edupaint.com/warna/ragam-warna/7190-desain-industrial-menampilkan-bentuk-yang-fungsional.html

 

  • Elemen Dasar: Pada elemen dasar interior, material yang di gunakan adalah lantai parket, atau lantai acian. Tidak menggunakan lantai keramik atau lantai granit sekalipun. Contohnya seperti gambar berikut:


Gambar 2.3

Sumber: http://edupaint.com/interior/ruang-tamu/7197-mendesain-ruang-tamu-dengan-gaya-industrial.html

  •  Furniture: Furniture pada ruangan cenderung tanpa finishing cat, melainkan lebih menunjukan warna aslinya. Contohnya seperti: 1. furniture yang berbahan kayu biasanya tidak di cat, melainkan hanya di politur sebagai tindakan untuk mengantisipai gangguan rayap, 2. Furniture berbahan besi/aluminium/stainless pun tidak di cat sama sekali, melainkan di biarkan ada adanya seperti layaknya aslinya material tersebut. Terkadang juga menggunakan furniture yang bahannya bersal dari benda yang di daur ulang. Contohnya seperti gambar berikut:

Edupaint 20150227 Art04 IMG01 interior-gaya-industrial

Gambar2.4

Sumber: http://edupaint.com/warna/ragam-warna/7189-interior-bergaya-industrial.html

 

 

3. Contoh – Contoh Desain Interior Berkonsep Industrial

Edupaint 20150301 Art04 IMG01 desain-ruang-tamu-industrial

Gambar 3.1

Sumber: http://edupaint.com/interior/ruang-tamu/7197-mendesain-ruang-tamu-dengan-gaya-industrial.html

Edupaint 20150227 Art02 IMG01 ciri-khas-desain-industrial

Gambar 3.2

Sumber: http://edupaint.com/warna/ragam-warna/7187-ciri-khas-desain-arsitektur-industrial.html

Edupaint 20150227 Art02 IMG02 ciri-khas-desain-industrial

 Gambar 3.3

Sumber : http://edupaint.com/warna/ragam-warna/7187-ciri-khas-desain-arsitektur-industrial.html

 

Standard

TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

1. PENGERTIAN PERANCANGAN RUANG DALAM / DESAIN INTERIOR

   Perancangan ruang dalam atau yang lebih di kenal dengan sebutan desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan digunakan untuk memecahkan masalah manusia. Salah satu bidang study keilmuan yang didaarkan pada ilmu desain, bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menciptakan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya, baik fisik maupun nonfisik. Sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi bagian dalam suatu bangunan. Contohnya di bagi menjadi 3 jenis yaitu;

1. Perancangan Interior Tetap
Perancangan desain inerior mulai dari merencana denah existing bangunan, lay-out, floor plan, ceiling plan, potongan, aksonometri, detail, perspektif, maket, animasi, dan teknis presentasi lainnya.
2. Perancangan Interior Bergerak (moveable) 
Desain interior yang bersifat mikro, misalkan pembuatan desain furniture, desain produk, desain landscape interior, handycraft, dll.
3. Perancangan Decoratif
perancangan yang bersifat menghias, misalkan mendesain hiasan pesta pernikahan, mendesain pesta ulang tahun, dll.

    Dalam penataan ruang interior hal-hal yang terkait seperti :
1. Furniture
2. Cermin
3. Lukisan
4. Armatur Lampu
5. Tanaman Indoor
6. Partisi 
7. Cat Dekoratif
8. Wallpaper, dll

   Dan didalam bidang desain interior, hal ini pun memiliki prinsip, yaitu ;
  • Proporsi serta skala: prinsip ini selalu berhubungan dengan bentuk dan ukuran agar terlihat lebih seimbang
  •  Warna: dengan warna akan mempengaruhi psikologis anda yang berada pada ruangan tersebut.
  • Focal point:  bisa juga disebut dengan daya tarik ruangan misalkan posisi pintu atau jendela.
  • Ritme: merupakan pengulangan semua pola tentang visual, bisa juga didefenisikan sebagai pergerakan terorganisir.
  • Detail: yakni pemilihan sakelar, letak pot bunga, tata cahaya pada suatu ruangan.
  • Keseimbangan


2. KONSEP – KONSEP DESAIN INTERIOR / PERANCANGAN RUANG DALAM

     Konsep di dalam perancangan dalam (desain interior) adalah suatu dasar yang menjadi acuan pada saat perancangan interior. Konsep desain biasanya di tetapkan setelah desainner dapat mengidentifikasi atau menyimpulkan problem sebagai hasil analisa data yg di peroleh dari client. Berikut ini adalah contoh – contoh konsep dalam mendesain interior: 

1. Konsep Modern

Adalah konsep yang stylish, bersih, simple, fungsional dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Konsep ini lebih mengutamakan fungsi dari suatu benda ketimbang unsur – unsur estetika seperti hiasan ornamen atau apapun itu yang tidak memiliki fungsi. 



Gambar 1.1 ( sumber: http://www.landedhouses.co/9193/modern-design-interior-ideas/ )

2. Konsep Minimalis

Adalah konsep Interior yang mengandalkan garis-garis yang simetris baik vertikal maupun horisontal. Kemudian untuk Jendela Konsep Minimalis dan Teralis Besinya pun dipilih model yang simple. Sedangkan untuk kelambu atau korden juga modelnya simple tanpa banyak variasi, namun coraknya tegas dan memainkan warna-warna yang kontras namun tetap serasi dengan ruangan. Secara umum interior rumah minimalis mengesankan penataan yang simple namun elegan.



Standard